Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja dan dedikasi tenaga pendidik. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya tentang pengabdian guru di masa lalu.
Lebih lanjut, Lewerissa menekankan pentingnya konsistensi dalam kebijakan pendidikan agar pembangunan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. “Dulu, guru mengajar dengan penuh dedikasi, bahkan tanpa imbalan. Ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk menjaga semangat pengabdian dalam dunia pendidikan,” jelasnya.
Kita membutuhkan keberanian untuk mengakui kekurangan dan konsistensi dalam kebijakan. Pendidikan tidak boleh dikelola dengan arah yang berubah-ubah.
Untuk itu, Gubernur mendorong penerapan tiga pendekatan utama dalam pembangunan pendidikan, yaitu pendekatan holistik-tematik, integratif, dan spasial, guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan program berjalan efektif.
Lewerissa berharap Rakortek ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk menyusun langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Jangan jadikan forum ini sekadar formalitas. Gunakan kesempatan ini untuk menyusun langkah nyata bagi kemajuan pendidikan di Maluku,” ungkapnya.










