Ditambahkan, perencanaan di Maluku tidak bisa disamakan dengan provinsi daratan. Kita sering fokus pada proyek besar, tetapi melupakan kebutuhan dasar seperti air bersih, jembatan, drainase, hingga perumahan.
Menurutnya, pola tersebut membuat pembangunan berjalan tidak terintegrasi, sehingga manfaat infrastruktur tidak dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Jalan dibangun, tapi air bersih tidak ada. Infrastruktur berdiri sendiri-sendiri dan tidak saling terhubung. Ini yang harus dibenahi ke depan,” tegas Halimun. (**)










