DUNIA kesehatan di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon, kembali dibikin kaget dengan pelayanan yang buruk, terlalu birokratis dan tidak mengutamakan keselamatan jiwa pasien.
Pelayanan yang kurang maksimal itu sering ditemui di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan lain sebagainya. Jika ada ”orang dalam” (ordal) istilah warga, atau yang kerabatnya dokter, suster, tim medis dan lain-lain. Barulah urusan lancar. Ini fakta yang terjadi.
Peristiwa meninggalnya suami istri asal Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, menjadi catatan kritis yang sudah tidak bisa lagi ditolerir soal penanganan pelayanan kesehatan pada rumah sakit di kota Ambon.
Memang meninggalnya suami istri tersebut bukan akibat pelayanan di RS lalu meninggal, namun mereka mengalami kecelakaan di jalan turunan Negeri Naku karena hendak kembali pulang ke rumah usai hendak berobat di salah satu RS.
Catatan Arikamedia, kecelakaan itu akibat sepeda motor mereka alami rem blong. Suami dari Lenda Maelisa meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Lenda dirawat beberapa hari di RST dr Latumeten lalu meninggal dunia, peristiwa naas itu terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Informasi berkembang, mereka meninggal karena bagian dari rangkaian persitiwa penolakan pasien di RSUP dr. Johannes Leimena. Pasiennya adalah Lenda Mailisa. Benarkah?










