Kala itu, foto pertemuan para Nahdliyin dengan Herzog beredar luas di media sosial. Salah satu peserta, Zainul Maarif, mengunggah foto bersama presiden Israel itu ke akun Instagram pribadinya dan menuliskan bahwa pertemuan membahas konflik Hamas–Israel serta hubungan Indonesia–Israel.
Rangkaian peristiwa itu menimbulkan persepsi publik bahwa NU sedang melunak terhadap Israel. Namun Gus Yahya berulang kali menegaskan posisi NU tidak berubah: menolak penindasan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.
“Kalau pun ada individu yang berangkat ke Israel, itu bukan sikap lembaga. Kalau pun kami mengundang akademisi luar negeri, tujuannya murni akademis, bukan politik,” kata Yahya. **










