BeritaNasionalUtama

PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis Peter Berkowitz, Ini Riwayat Relasi PBNU-Israel

44
×

PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis Peter Berkowitz, Ini Riwayat Relasi PBNU-Israel

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (ketiga kiri) bersama Sekretaris Jenderal PBNU Saifulla Yusuf (ketiga kanan), Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Juri Ardiantoro (kedua kiri), Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif (kiri), Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen (kedua kanan) dan Bendahara Umum Fatayat NU Wilda Tusururoh (kanan) memberikan keterangan pers mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. Yahya Cholil Staquf meminta maaf kepada masyarakat luas atas peristiwa lima nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. TEMPO/M Taufan Rengganis

“NU tidak mungkin secara sengaja berniat menyebarkan faham Zionisme. Sikap kami jelas, menolak segala bentuk penindasan Israel dan mendukung keadilan untuk warga Palestina. Itu prinsip kami,” kata dia.

Namun kehadiran Berkowitz tetap menuai kecaman publik. Sosok ini dikenal sebagai akademisi yang lantang membela Israel. Dalam wawancara dengan Michael Cromartie untuk Pew Research Center pada 2006, Berkowitz menyebut pentingnya keberlangsungan gerakan Zionis dan menyinggung ancaman dari Iran maupun kebangkitan ideologi “pasca-Zionis” di Israel.

Jejak Kunjungan Kader NU ke Israel

Sorotan terhadap hubungan PBNU dan Israel sebenarnya bukan kali pertama. Setahun lalu, pada Juli 2024, Gus Yahya juga meminta maaf setelah lima orang yang mengaku kader NU mengunjungi Israel dan bertemu langsung dengan Presiden Herzog.

Baca Juga  Ketua MKMK Pertanyakan Proses Pencalonan Adies Kadir

“Sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang pergi ke Israel melakukan engagement di sana,” kata Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, 16 Juli 2024.

Yahya menegaskan lawatan itu sama sekali tidak terkait dengan organisasi. Menurut dia, para pengurus di bawah PBNU juga tidak mengetahui rencana tersebut. “Tidak ada mandat kelembagaan, tidak ada pembicaraan kelembagaan. Itu tanggung jawab pribadi mereka,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *