“NU tidak mungkin secara sengaja berniat menyebarkan faham Zionisme. Sikap kami jelas, menolak segala bentuk penindasan Israel dan mendukung keadilan untuk warga Palestina. Itu prinsip kami,” kata dia.
Namun kehadiran Berkowitz tetap menuai kecaman publik. Sosok ini dikenal sebagai akademisi yang lantang membela Israel. Dalam wawancara dengan Michael Cromartie untuk Pew Research Center pada 2006, Berkowitz menyebut pentingnya keberlangsungan gerakan Zionis dan menyinggung ancaman dari Iran maupun kebangkitan ideologi “pasca-Zionis” di Israel.
Jejak Kunjungan Kader NU ke Israel
Sorotan terhadap hubungan PBNU dan Israel sebenarnya bukan kali pertama. Setahun lalu, pada Juli 2024, Gus Yahya juga meminta maaf setelah lima orang yang mengaku kader NU mengunjungi Israel dan bertemu langsung dengan Presiden Herzog.
“Sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang pergi ke Israel melakukan engagement di sana,” kata Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, 16 Juli 2024.
Yahya menegaskan lawatan itu sama sekali tidak terkait dengan organisasi. Menurut dia, para pengurus di bawah PBNU juga tidak mengetahui rencana tersebut. “Tidak ada mandat kelembagaan, tidak ada pembicaraan kelembagaan. Itu tanggung jawab pribadi mereka,” ujar dia.










