BeritaNasionalUtama

PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis Peter Berkowitz, Ini Riwayat Relasi PBNU-Israel

44
×

PBNU Undang Akademisi Pro-Zionis Peter Berkowitz, Ini Riwayat Relasi PBNU-Israel

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (ketiga kiri) bersama Sekretaris Jenderal PBNU Saifulla Yusuf (ketiga kanan), Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Juri Ardiantoro (kedua kiri), Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif (kiri), Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen (kedua kanan) dan Bendahara Umum Fatayat NU Wilda Tusururoh (kanan) memberikan keterangan pers mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. Yahya Cholil Staquf meminta maaf kepada masyarakat luas atas peristiwa lima nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. TEMPO/M Taufan Rengganis

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kembali harus memberikan klarifikasi terkait sikap organisasi Islam terbesar di Indonesia itu terhadap Israel. Setelah tahun lalu meminta maaf karena ada lima kader NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog, kali ini Gus Yahya menyampaikan permintaan maaf karena PBNU mengundang akademisi pro-Zionisme, Peter Berkowitz, sebagai pemateri dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU di Jakarta, 15 Agustus 2025.

“Saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini,” kata Yahya kepada Tempo di rumahnya, Jakarta Selatan, Selasa malam, 26 Agustus 2025.

Dilansir dari Tempo.co, Yahya menyatakan sudah mengenal Berkowitz sejak 2020, ketika akademisi dari Hoover Institution Universitas Stanford itu menjabat sebagai anggota Commission on Unalienable Rights di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Ketertarikannya mengundang Berkowitz, kata Yahya, semata karena pandangan dan kajian soal hak asasi manusia. “Saya enggak perhatikan betul urusan dia sebagai Zionis itu,” ujar Yahya.

Baca Juga  SK DPP Resmi Terbit, Kepengurusan Golkar Maluku 2026–2030 Sah, Babak Baru Dimulai

Menurut Yahya, undangan itu bagian dari program mingguan PBNU yang menghadirkan akademisi dari berbagai negara guna memperluas wawasan para kader soal isu global. Ia memastikan materi Berkowitz sama sekali tidak menyinggung Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *