Untuk layanan pinjaman daring (peer to peer lending) yang legal, jumlah peminjam di Maluku telah mencapai sekitar 33 ribu orang dengan tingkat risiko kredit yang relatif rendah, yakni sekitar 0,61 persen. Di sisi lain, OJK bersama BPS juga terus melakukan survei untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Berdasarkan survei nasional terakhir, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai sekitar 66 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,5 persen.
Untuk sektor keuangan syariah, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 43 persen pada tahun 2025, meningkat dari 39 persen pada tahun sebelumnya. Namun tingkat inklusi keuangan syariah masih berada di kisaran 13 persen.
“Artinya masyarakat sudah cukup memahami produk keuangan syariah, tetapi pemanfaatannya masih perlu terus ditingkatkan,” paparnya
Karena itu, melalui berbagai program edukasi, termasuk GERAK Syariah selama Ramadan, OJK berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan di Maluku dapat terus meningkat sehingga sektor jasa keuangan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (AM-18)










