Pesan Tegas di Forum Fiskal Nasional
Rencana “mengobrak-abrik” DJBC dan DJP sebelumnya juga telah disampaikan Purbaya dalam forum Indonesia Fiscal Forum 2026 yang digelar Tirto pada Selasa pagi.
Menurutnya, langkah keras ini dibutuhkan untuk mengirim pesan kuat kepada seluruh jajaran agar bekerja lebih serius, khususnya dalam menangani persoalan krusial seperti praktik under invoicing dan berbagai penyimpangan di sektor kepabeanan.
“Ini message untuk teman-teman Bea dan Cukai supaya bekerja lebih serius ke depan. Bea cukai itu orang-orangnya pintar.
Kalau dipaksa, saya suruh buat program AI untuk mendeteksi under invoicing, dua minggu selesai,” ungkapnya.
Shock Therapy demi Kinerja Nyata
Meski mengakui kemampuan teknis aparatur Bea dan Cukai, Purbaya menilai kecakapan semata tidak cukup tanpa disiplin dan integritas yang kuat.
Karena itu, ia secara terbuka menyebut restrukturisasi ini sebagai bentuk terapi kejut.
“Kita punya harapan besar. Tapi memang perlu shock therapy supaya mereka bekerja lebih keras,” pungkasnya.
Babak Baru Reformasi Fiskal
Langkah tegas Purbaya Yudhi Sadewa ini menandai babak baru reformasi fiskal yang lebih agresif dan tanpa kompromi.
Targetnya jelas: memperkuat penerimaan negara sekaligus membenahi tata kelola institusi yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.










