“Sebagian yang dirumahkan, sebagian tidak. Tergantung doa mereka malam ini,” ucapnya singkat, bernada serius.
Ucapan tersebut menandai bahwa restrukturisasi kali ini bukan formalitas, melainkan seleksi ketat berbasis kinerja dan integritas.
Bea Cukai Lebih Dulu, Pajak Menyusul
Meski belum merinci secara detail skema perombakan di Direktorat Jenderal Pajak, Purbaya memastikan bahwa restrukturisasi di Bea dan Cukai akan menyentuh berbagai level penting.
Mulai dari pejabat, pegawai kantor wilayah, hingga petugas di pintu-pintu masuk strategis negara.
Sebagai bagian dari pembenahan tata kelola DJBC, Purbaya menyoroti lima pelabuhan besar yang menjadi fokus utama pengawasan, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Batam, serta pelabuhan utama di Sumatera Utara.
Silang SDM Pajak dan Bea Cukai
Dalam langkah yang cukup mengejutkan, Purbaya menyebut bahwa pengganti pegawai Bea dan Cukai yang dicopot bisa berasal dari Direktorat Jenderal Pajak.
“Penggantinya akan diambil dari Direktorat Jenderal Pajak yang kami anggap masih bisa bekerja lebih baik,” tegas Purbaya.
Pernyataan ini menandakan adanya evaluasi lintas unit sekaligus pesan bahwa tidak ada zona aman dalam reformasi kali ini.










