“Totalnya sekitar 70 layanan, dan masih ada beberapa yang nantinya akan kami rincikan lebih lanjut,” tambahnya.
Untuk memastikan pelayanan berjalan tertib, MPP Ambon akan menerapkan sistem antrean berbasis elektronik.
Dimana setiap layanan disiapkan kuota antrean awal sebanyak 50 orang, namun dapat diperluas hingga 200 antrean.
Lebih lanjut ia menyampaikan saat ini, bangunan fisik MPP telah rampung 100 persen. Namun, pengisian interior dan sistem pendukung masih dalam tahap pengerjaan dan baru mencapai sekitar 50 persen.
“Sekarang kami masih dalam proses pengadaan barang. Soft opening akan dilakukan setelah pengadaan selesai. Targetnya sekitar Juni atau Juli,” ungkapnya.
Dengan konsep layanan terintegrasi ini, MPP Ambon diharapkan menjadi wajah baru pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Kota Ambon. (AM-18)










