Arikamedia.id, AMBON – Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) mengingatkan seluruh pelayan GPM untuk peka dan tanggap atas setiap permasalahan yang dihadapi umat dan layanilah mereka dengan tekun atas dasar anugerah kasih Allah yang telah kita terima.
Demikian dikatakan, Sekretaris Umum (Sekum) MPH Sinode GPM, Pendeta Max Takaria, ketia memberikan arahan pada Pembukaan Persidangan Jemaat Ke-50 Klasis Kota Ambon, Minggu pekan lalu.
”MPH akan menjadikan pemberdayaan gerakan becak sebagai program pemberdayaan sebagai salah satu variabel evaluasi kinerja pegawai organik, dengan demikian kami berharap hal ini mendapat perhatian semua pimpinan klasis dan pimpinan jemaat se-GPM sepanjang masa sinode ini,” ujarnya.
Takaria mengatakan, beberapa isu pengembangan pelayanan lainnya yang terus kita perkuat adalah pendidikan formal gereja peribadahan dan pembinaan jemaat, penataan kelembagaan, pengembangan pelayanan berbasis teknologi digital, pengelola lingkungan dan penanggulangan bencana termasuk mitigasi peningkatan kualitas kehidupan oikumene.
Di kesempatan yang sama, Ketua Klasis Kota Ambon GPM, Pendeta Rinto Muskita mengajak umat agar terus membangun persekutuan kita dengan kerja bersama saling menopang, kita tidak sedang membanguun nama pribadi atau kelompok, Klasis mengajak kita untuk terus bekerja bersama termasuk teman-teman Angkatan Muda Daerah Kota Ambon, tanggal 29 Maret 2026 akan di Teguhkan 848 Anggota Sidi baru dan akan dibina sebagai anggota Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) di daerah Kota Ambon.










