Seusainya, di pukul 16:00 — 18:00 WIT dilaksanakan Peluncuran Dua Perahu Bercadik. Navigasi pesisir tradisional hingga matahari terbenam. Pembacaan arus, gestur leluhur, dan transmisi pengetahuan maritim oleh para tetua dan pembuat perahu.
Partisipasi global sudah dimulai Sabtu sore jam 16.00, dan kapasitas sangat terbatas Reservasi wajib sebelum Sabtu pukul 10:00 dengan per orang 250.000 IDR/orang, itu adalah tiket masuk, makan malam dan donasi budaya.
Kontribusi ini secara langsung mendukung para musisi, perajin, pembuat perahu, dan penjaga budaya dari berbagai desa, sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi musik dan maritim Kei yang hidup.
Pada malam harinya digelar Malam Budaya Privat. Berkumpul di sekitar api dengan nyanyian, tarian, gong, dan tifa.
Lebih dari 30 musisi dan penjaga budaya dari empat penjuru kepulauan bersatu dalam sebuah pertunjukan warisan hidup yang langka.
Rangkaian ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai identitas, seni menerima dan menyambut tamu sebagai tindakan budaya, serta kesadaran terhadap dampak negatif pariwisata massal. (*)














