Performa daya tahan, Filosofi Manusia, Memori Austronesia, Lanskap Hidup
Arikamedia.id, MALUKU TENGGARA – Pendayung Samudera dan Penjelajah asal Swiss Louis Margot mencetak sebuah perjalanan keliling dunia yang digerakkan sepenuhnya oleh kekuatan manusia, tanpa mesin maupun bantuan mekanis, bergantian antara mendayung di lautan dan bersepeda di daratan.
Kedatangannya di Kepulauan Kei merupakan sebuah pertemuan manusia sekaligus momen budaya yang beresonansi kuat dengan warisan maritim Austronesia di wilayah ini.
Melalui Human Impulse, Louis Margot menjalani perjalanan mengelilingi dunia dengan tenaga manusia sejauh hampir 40.000 kilometer, dengan tujuan melampaui rekor dunia saat ini yaitu 5 tahun 11 hari.
Mengutip Siaran Pers yang diterima media ini, Mantan Juara Dunia Junior Dayung, ia telah menyeberangi Samudra Atlantik dengan perahu dayung sekitar 5.000 km seorang diri, lalu melanjutkan tahap paling menantang dalam perjalanannya: penyeberangan Samudra Pasifik, melebihi 11.000 km dan lebih dari 250 hari berturut-turut di laut, mengakumulasi lebih dari 300 hari kemandirian samudra dengan upaya fisik harian antara 8 hingga 14 jam.


Persinggahannya di Kepulauan Marquesas dan kemudian di Kepulauan Kei mengikuti koridor angin dan arus laut bersejarah yang dahulu digunakan oleh para navigator Austronesia, di mana angin musiman, bintang, dan aliran samudra memandu perjalanan ke arah barat selama musim timur.










