Situasi ini menunjukkan pemerintahan di Maluku (gubernur Hendrik Lewerisa) sedang mengalami kegagalan yang sangat besar. Pemerintah daerah tidak dapat mengelola keuangan daerah dengan baik, sehingga kas daerah kosong.
Pemerintah daerah juga tidak dapat mengembangkan sektor ekonomi, sehingga eksport anjlok dan biaya hidup tinggi, yang sudah tentu imbansya berdampak pada masyarakat yang semakin hari semakin menderita.
Dengan situasi Maluku seperti ini, seharusnya gubernur Hendrik Lewerisa mengambil tindakan nyata dan cepat, guna memperbaiki keadaan agar tidak berlarut-larut, dalam bentuk mengelola keuangan daerah dengan transparan dan akuntabel, mengembangkan sektor ekonomi yang berpotensi seperti perikanan dan pertanian, mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta melibatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.
Jika tidak, maka Maluku akan terus terpuruk dan masyarakat akan terus menderita.*










