BeritaDaerahOpiniSOSIALUtama

Maluku dalam Lingkaran Konflik Identitas Negeri dan Suku

135
×

Maluku dalam Lingkaran Konflik Identitas Negeri dan Suku

Sebarkan artikel ini
Samil Rahareng

Kedua, evaluasi kebijakan pembangunan harus dilakukan dengan perspektif keadilan distributif (Rawls). Ketimpangan antar negeri bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi sumber reproduksi konflik identitas. Pemerataan akses pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi harus diposisikan sebagai bagian dari agenda perdamaian.

Ketiga, pendidikan multikultural berbasis konteks Maluku perlu diperkuat. Pendidikan tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi membentuk kesadaran kritis tentang perbedaan dan keadilan sosial.

Peran Strategis Polda Maluku

Dalam kerangka human security, Polda Maluku perlu menggeser pendekatan keamanan dari reaktif ke preventif. Deteksi dini konflik harus berbasis pemetaan sosial dan dialog komunitas, bukan semata pendekatan koersif. Penguatan pemolisian masyarakat harus diarahkan pada kemampuan mediasi konflik adat dan sosial.

Baca Juga  Balas Pernyataan Pigai, Mahfud MD: Pengelolaan MBG Tidak Profesional Juga Melanggar HAM

Penegakan hukum juga harus dijalankan secara adil dan bebas dari bias identitas. Dalam masyarakat pascakonflik, persepsi ketidaknetralan aparat dapat menjadi pemicu konflik baru. Selain itu, ruang digital perlu mendapat perhatian serius karena konflik identitas hari ini banyak diproduksi melalui narasi daring yang provokatif.

Penutup

Maluku tidak kekurangan identitas, tetapi kekurangan keadilan struktural. Selama konflik identitas terus dikelola secara dangkal dan simbolik, Maluku hanya akan berada dalam ilusi perdamaian. Intuisi sosial masyarakat terutama mahasiswa menunjukkan bahwa perdamaian sejati hanya mungkin terwujud jika perbedaan dikelola secara adil, kritis, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara…