Arikamedia.id – Tim SAR Gabungan telah mengetahui lokasi keberadaan black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.
Namun, proses evakuasi perangkat penting tersebut masih terkendala medan ekstrem yang sulit dijangkau.
Hal itu diungkap Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, saat ditemui di posko utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026) malam.
Ia mengatakan, posisi ekor pesawat telah berhasil diidentifikasi oleh tim di lapangan.
Dari titik tersebut, diketahui pula lokasi black box berada di bagian ekor pesawat.
“Lokasi ekor pesawat sudah kita ketahui di mana,” katanya.
Untuk mencapai titik tersebut, kata dia, tim SAR membutuhkan perlengkapan khusus berupa tali dengan panjang sekitar 100 meter dari Pos 8 guna melakukan teknik grappling menuju area pesawat.
“Kita harus memerlukan dari Pos 8 tali sekitar 100 meter untuk bisa grappling ke area pesawat,” ujarnya.
Lokasi ekor pesawat berada di sisi selatan gunung dengan kontur tebing curam, sehingga menyulitkan pergerakan personel SAR.
“Lokasi ekornya ada di bagian selatan,” ungkapnya.
Terkait keberadaan black box, Basarnas Makassar telah melakukan koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan titik pasti perangkat perekam tersebut.










