Dalam prosesi tersebut, Zeth Pormes bersama istrinya juga menerima hadiah simbolis berupa sebotol air dari Ina Ama Latu Lailossate ke-20. Air ini diyakini memiliki makna adat yang mendalam dan melalui proses yang tidak sederhana.
Dengan selesainya seluruh rangkaian adat, Zeth resmi menjadi bagian dari anak adat Negeri Waraka, khususnya tergabung dalam Soa Latu sebagai soa raja.
Perwakilan keluarga, Stevi Melay, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan yang diberikan kepada keluarga mereka dalam tatanan adat Negeri Waraka.
Prosesi kemudian ditutup dengan doa bersama dari tiga komunitas agama Islam, Protestan, dan Katolik yang hidup berdampingan secara harmonis di negeri tersebut.
Raja Negeri Waraka, R.Y.B. Lailossa, SH, menegaskan bahwa tradisi harta negeri merupakan warisan turun-temurun yang wajib dijaga.
Menurutnya, setiap laki-laki yang menikahi perempuan dari negeri tersebut memiliki tanggung jawab adat yang harus dipenuhi kepada negeri dan lembaga adat.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai anak negeri, sekaligus upaya menjaga nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dengan terlaksananya prosesi tersebut, Keluarga Pormes dan Anenjola Anamofa kini telah terikat secara sah dalam struktur adat Negeri Waraka, khususnya dalam Soa Latu.














