Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaDaerahSeni & BudayaUtama

Lima Keranjang, Satu Ikatan: Perjalanan Adat dari Jerili Menuju Waraka

10
×

Lima Keranjang, Satu Ikatan: Perjalanan Adat dari Jerili Menuju Waraka

Sebarkan artikel ini

Prosesi dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju baileo. 

Lima gadis dari Keluarga Pormes berjalan di barisan terdepan, anggun menjunjung keranjang di atas kepala mereka sebuah simbol penghormatan dan kemuliaan dalam adat.

Namun sebelum memasuki baileo, rombongan harus melewati tahapan adat dengan meminta izin kepada tuan tanah. Melalui kapata, bahasa adat yang penuh makna, permohonan disampaikan dengan penuh hormat.

Setelah izin diberikan, barulah rombongan dipersilakan masuk.

Di dalam baileo, suasana berubah menjadi begitu sakral. 

Lantunan kapata menggema bersahutan, menghadirkan nuansa haru yang menggetarkan. Prosesi penyerahan harta adat pun dimulai, dengan lima keranjang diserahkan kepada pemerintah negeri, para tetua adat, Soa Latu, serta pemuda dan pemudi.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Rakor Lintas Sektoral, Pastikan Pengamanan Jumat Agung dan Paskah 2026 Maksimal

Isi keranjang tersebut terbilang sederhanatembakau, daun sirih, buah pinang, kapur, kain merah putih, dan sopi. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai persaudaraan, penghormatan, dan keterikatan yang kuat dalam tatanan adat.

Seluruh isi hantaran kemudian dibagikan kepada hadirin. Tradisi makan pinang dan sirih, serta minum sopi dari wadah bambu, menjadi simbol kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner
Link Banner