BeritaDaerahEkonomiInternasionalPemerintahanUtama

Krisis Ekspor Maluku,  Ancaman bagi Pembangunan Daerah : Visi gubernur dipertanyakan

15
×

Krisis Ekspor Maluku,  Ancaman bagi Pembangunan Daerah : Visi gubernur dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Ekspor Maluku (Ilustrasi) - BPS

Arikamedia.id, AMBON – Krisis ekspor Maluku merupakan ancaman serius bagi pembangunan daerah. Perlu adanya perubahan strategi dan kebijakan yang lebih proaktif dan inovatif untuk meningkatkan ekspor Maluku dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Gubernur harus bekerja sama dengan sektor swasta dan internasional untuk meningkatkan investasi dan perdagangan, serta meningkatkan infrastruktur dan logistik untuk mendukung kegiatan ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat ekspor Maluku pada November 2025 mengalami kontraksi hingga minus 32,50 persen, menjadikannya penurunan tertinggi kedua di Indonesia setelah Aceh. Nilai ekspor Maluku pada November 2025 hanya mencapai US$ 6,33 juta, merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, impor justru melonjak 30,54 persen dengan nilai mencapai US$ 31,47 juta, memperlebar jurang defisit neraca perdagangan Maluku.

Hal ini disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, W. Tomson, Senin (19/01/26), analisa dan pengamatan tersebut berdasarkan, data yang diperoleh, data tersebut bukanlah  sekadar angka statistik. Ia mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi berbasis produksi dan ekspor di Maluku, di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah, khususnya sektor perikanan dan kelautan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *