Meski pemerintah memastikan bahwa pasokan energi domestik masih aman untuk beberapa minggu ke depan, ia menilai mitigasi jangka pendek harus dibarengi dengan langkah struktural jangka panjang. Ia mendorong Pertamina untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan sekaligus memperluas jaringan perdagangan energi yang lebih beragam guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan.
Di sisi lain, Firnando menegaskan bahwa situasi ini harus menjadi momentum untuk mempercepat penguatan produksi migas dalam negeri dan mendorong transisi energi baru terbarukan. “Diversifikasi impor hanyalah solusi taktis, sementara kemandirian dan ketahanan energi nasional adalah strategi jangka panjang yang akan menentukan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” tutup Firnando. ***










