“Jadi ketika teman-teman menjadi korban kekerasan saat peliputan, itu tidak sendirian namun ada KKJ yang akan menyikapi bersama permasalahan tersebut karena di dalam KKJ ini tidak hanya ada organisasi pers, perusahan pers dan organisasi sipil masyarakat namun ada juga teman-teman lawyer yang punya persepketif untuk menjaga kemerdekaan pers,” jelasnya.
KKJ Maluku dibentuk dan dideklarasikan bersama oleh organisasi pers yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Maluku, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Maluku, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Maluku, Maluku Media Center (MMC).
Kemudian organisasi masyarakat sipil, yakni Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku, Sekolah Rakyat (KoRa) Maluku, Aliansi Jaga Maluku, Koalisi Perempuan Maluku, dan Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Ambon.
KKJ Dideklarasikan di lokasi Lokakarya bertajuk “Menjaga Keselamatan Fisik dan Hukum dalam Situasi Politik yang Memanas” Golden Place Hotel, dengan Koordinator