BeritaDaerahNasionalTNI dan POLRIUtama

Kolonel Herman Pieters Putra desa Eri Panglima Kesayangan Bung Karno

11
×

Kolonel Herman Pieters Putra desa Eri Panglima Kesayangan Bung Karno

Sebarkan artikel ini
Presiden Soekarno bersalaman dengan Letkol Herman Pieters Panglima Kodam Maluku dan Irian Barat dalam suatu acar di Jakarta pada 24 September 1957. (Arsip Nasional Belanda).

Herman Pieters menjadi orang Ambon dengan pangkat tertinggi di TNI pada era 1950-an. Menurut catatan Pemilihan Umum Tahun 1982 Volume 16, setelah menjadi perwira staf di komando Tentara dan Teritorium VII Wirabuana, yang membawahkan seluruh bekas Negara Indonesia Timur dan hakim perwira di Ambon, sejak 1956 Herman Pieters menjadi komandan Resimen Infanteri ke-25 di Ambon.

Di sekitar memanasnya Permesta, Jenderal TNI Abdul Haris Nasution membagi wilayah komando Tentara dan Teritorium VII Wirabuana menjadi empat Komando Daerah Militer (Kodam): Kodam Udayana di Bali dan Nusa Tenggara, Kodam Hasanuddin di Sulawesi Selatan Tenggara, Kodam Merdeka di Sulawesi Utara Tengah, dan Kodam Pattimura di seluruh Maluku. Letnan Kolonel Herman Pieters menjadi panglima Kodam Pattimura pertama.

“Di Maluku bahkan di wilayah Indonesia bagian Timur nama Kolonel Herman Pieters dikenal. Di lingkungan istana pada tahun lima puluhan Herman Pieters dikenal karena ia kesayangan Bung Karno, presiden RI pertama,” catat M. Saleh Kamah dalam Catatan Seorang Wartawan. Herman Pieters pernah ikut dalam kunjungan Presiden Sukarno ke Mesir.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Satgas Damai Cartenz dan TNI Rajut Kebersamaan di Puncak Jaya

Herman Pieters cukup dipercaya oleh Nasution dan Sukarno. Kamah menyebut sebagai panglima ia pernah mengusulkan pengampunan dan pengangkatan bekas panglima RMS Thomas Nussy untuk menjadi perwira TNI. Usulan itu disetujui dan Letnan Thomas Nussy terlibat dalam operasi penumpasan Permesta lalu pembebasan Irian Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *