BeritaDaerahInternasionalKesehatanNasionalSOSIALUtama

Kisah suku nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – ‘Mengapa negara tidak melihat kami?’

19
×

Kisah suku nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – ‘Mengapa negara tidak melihat kami?’

Sebarkan artikel ini
Kampung Omon berada di bawah administrasi Distrik Gresi Selatan - Ikbal Asra

Sudah lebih dari tiga dekade komunitas adat Elseng diminta untuk meninggalkan cara hidup nomaden agar sepenuhnya menetap di sebuah kampung buatan pemerintah. Namun kampung bernama Omon di perbukitan di sisi selatan Kabupaten Jayapura itu hingga kini tak punya fasilitas dasar apapun: tidak ada listrik, tak ada sekolah, tidak ada jaringan telekomunikasi.

Setiap kali warga Elseng di Kampung Omon sakit keras, kerabat harus memikul mereka dengan berjalan melintasi hutan hujan tropis selama setengah hari.

Tak sedikit warga yang sakit akhirnya meninggal sebelum tiba di klinik di kampung lain. Mereka terpaksa dikubur di tengah hutan, di jalur yang sama yang mereka lewati saat berharap mendapat kesembuhan.

Baca Juga  Kota Ambon Capai Indeks Penilaian Pelayanan Publik Tahun 2025 Tertinggi di Maluku

Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah administratif tertua di Tanah Papua. Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan ini telah dirancang sebagai pusat pemerintahan—status yang berlanjut setelah Indonesia mengambil alih Papua usai Pepera 1969 yang kontroversial.

Wakil Bupati Jayapura Haris Yocku menyebut Kampung Omon terisolasi dan lokasinya sangat jauh dari pusat Jayapura. Namun dia mengklaim pemerintah akan segera membangun jalan menuju Omon.

Potrest orang-orang muda di Kampung Omon. Tak ada sekolah di kampung ini.

Setidaknya sejak 1970, komunitas Elseng tercatat dalam berbagai dokumen riset dan pemerintahan. Eksistensi mereka diketahui dan bahasa mereka pun telah dipelajari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *