Hingga pertengahan 1960-an barulah Sahulata menjadi Brigadir Jenderal KKO. Menurut buku Riwayat Hidup Anggota-anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Hasil Pemilihan Umum 1971, ia pernah menjadi Kepala Staf KKO ketika Komandan Jenderal KKO dipegang oleh Mayor Jenderal TNI Hartono. Seperti Herman Pieters, Sahulata pada awal Orde Baru juga menjadi anggota DPR.
Sejak akhir 1965, Leo Lopulisa (kelahiran Bandung tahun 1926) adalah Kepala Staf Kodam Bukit Barisan. Kala itu, pangkat Panglima Kodam biasanya Brigadir Jenderal. Sedangkan Kepala Staf biasanya Kolonel. Baru pada 1969, Leo resmi menjadi Panglima Kodam Bukit Barisan. Leo pun jadi Brigadir Jenderal di usia 42 tahun.
Harsya Bachtiar dalam Siapa Dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Daratmencatat, setelah jadi Panglima Kodam hingga 1971, Leo dijadikan Asisten Operasi Kepala Staf TNI AD (KSAD) hingga tahun 1975. Dengan jabatan itu, Leo setidaknya melayani KSAD Umar Wirahadikusumah, Surono Reksoatmodjo, dan Makmun Murod.
Dalam sejarah jenderal Ambon, Leo adalah orang Ambon pertama yang menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Ia mengisi jabatan itu dari Januari 1975 hingga Januari 1978. Pada masanya Indonesia melakukan invasi ke Timor Timur.










