Orang-orang Kristen bukan orang-orang yang kontrak di Republik ini
JAKARTA, arikamedia.id – Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt.Jackylevyn Fritz Manuputty menegaskan, Natal ini memberi kesan kuat rekonsiliasi kebangsaan. PGI dan Kantor Wali Gereja Indonesia (KWI) merumuskan tema Natal Lukas 2 : 15.
Dijelaskan, kandungan tema ini meneguhkan kita dihampiri Allah di dalam Kristus dalam cinta agung yang paripurna, cinta yang memberi diri, cinta yang tidak mempedulikan siapa kita, jabatan kita ataupun status sosial kita.
Menurutnya, orang-orang Krsiten terpanggil untuk melayani Indonesia, karena Kekristenan adalah salah satu pilar kemajemukan yang menopang bangsa ini sejak awal pembentukannya. Orang-orang Kristen bukan orang-orang yang kontrak di Republik ini.

“Karenanya juga jangan bersikap seakan-akan menjadi orang yang hanya menumpang dan indekos, hanya memperhatikan dan melayani kepentingan kosnya tanpa mempedulikan pengelolaan rumah besar Indonesia. Sejak awal untuk memberi diri menjadi bagian yang inheren dalam perjalanan bangsa ini,” kata Manuputty ketika menyampaikan refleksi Natal para Perayaan Natal Nasional, Sabtu (28/12/24) di Arena Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Kata Manuputty, ziarah iman ke Betlehem dalam peristiwa Natal kali ini menginspirasi dan menjadikan kita suara harapan kepada semua orang yang percaya bahwa diri mereka dicintai dan diabaikan untuk memperluas kasih Tuhan bagi mereka yang terhilang rekonsiliasi bagi mereka yang konflik, persatuan bagi semua yang terpecah, pemulihan bagi lingkungan hidup yang rusak, dan pada saat yang sama kota bersukacita untuk menerima anugerah cinta Tuhan agung Allah yang memberkati kita.










