Yandi menegaskan, laporan kinerja yang terbuka harus dipahami sebagai ruang partisipasi publik, bukan sekadar dokumen seremonial tahunan. Di titik ini, masyarakat termasuk kalangan mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan warga.
PW HIMA Persis Maluku mendorong agar praktik transparansi ini dijaga secara konsisten dan ditingkatkan ke depan, tidak hanya dalam bentuk laporan tahunan, tetapi juga melalui mekanisme komunikasi publik yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut Yandi, keberanian membuka kinerja harus diikuti dengan kesiapan menerima kritik serta melakukan perbaikan kebijakan secara berkelanjutan.
“Kepercayaan publik tidak lahir dari slogan, tetapi dari keterbukaan, konsistensi, dan keberanian untuk terus berbenah,” kata dia. *










