Dikatakan, dalam Inpres tersebut, pemerintah menaikkan target pengadaan beras nasional pada 2026 menjadi 4 juta ton, dari sebelumnya 3 juta ton pada 2025.Kenaikan target ini menuntut kerja ekstra Bulog untuk menyerap gabah langsung dari petani di daerah, termasuk Maluku.
Menurutnya, target itu tidak akan tercapai tanpa penyerapan gabah yang maksimal di tingkat petani.
Ia juga menyinggung sejumlah tantangan dalam distribusi pangan di Maluku yang berciri kepulauan. Persoalan pangan tidak bisa diselesaikan hanya oleh Bulog, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari dinas pertanian hingga dinas perhubungan.
“Distribusi pangan, kerap terkendala kondisi cuaca, terutama pada musim timur antara Oktober hingga Februari, yang ditandai dengan ombak tinggi, angin kencang, dan curah hujan tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi beras ke pulau-pulau. Karena itu, ke depan kami akan mendorong semua pemangku kepentingan agar distribusi pangan di Maluku dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya. **










