Arikamedia.id, JAKARTA – Perkiraan menunjukkan bahwa kerugian makroekonomi terbesar akibat Perang, terpusat di subkawasan Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) dan Levant/Syam.
Kedua subkawasan tersebut terpapar kuat oleh gangguan perdagangan dan volatilitas pasar energi yang mendorong penurunan keluaran/output, investasi, dan perdagangan yang signifikan.
Subkawasan GCC dan Levant masing-masing berisiko kehilangan 5,2% hingga 8,5% dan 5,2% hingga 8,7% dari PDB mereka. Di sisi lain, peningkatan tingkat kemiskinan akibat perang terkonsentrasi di subkawana Levant dan Negara-Negara Arab Kurang Berkembang (least developed countries/LDCs).
Kedua subkawasan itu memiliki kerentanan dasar yang tertinggi dan guncangan ekonomi bisa menjadi penyebab penurunan kesejahteraan secara lebih mudah dibandingkan subkwasan lain, dilansir dari Bisnis.com.
Sementara itu, di Afrika Utara, yang juga dimasukkan ke dalam bagian Timur Tengah oleh UNDP dalam laporan ini, dampak dari perang tetap moderat. Meskipun begitu, secara absolut, dampak yang dirasakan masih signifikan.
Di wilayah Levant, konflik ini diperkirakan akan meningkatkan kemiskinan sebesar 5%, mendorong bertambahnya 2,85 hingga 3,30 juta orang ke dalam kemiskinan. Angka itu menyumbang lebih dari 75% dari lonjakan kemiskinan di seluruh kawasan.














