Arikamedia.id, AMBON – Upaya Pemerintah Kota Ambon dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran mulai menunjukkan hasil positif sepanjang tahun 2025.
Meski belum sepenuhnya tuntas, tren penurunan ini menjadi sinyal awal bahwa berbagai program dan kebijakan yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon menilai, perbaikan tersebut tidak terlepas dari kontribusi pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.
Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menjelaskan bahwa pengukuran kemiskinan didasarkan pada garis kemiskinan yang mencakup kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan.
“Walaupun mengalami sedikit perlambatan, perekonomian Ambon masih tumbuh dan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” jelasnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/03/26).
Dikatakan, pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tercatat sebesar 5,96 persen, sementara pada tahun 2025 berada di angka 4,87 persen.
Meski menurun, menurutnya capaian ini dinilai masih cukup kuat untuk mendorong perbaikan kondisi sosial masyarakat.
“Untuk kebutuhan makanan, standar minimal yang digunakan adalah 2.100 kalori per orang per hari. Sementara kebutuhan non-makanan meliputi pengeluaran penting seperti sandang, tempat tinggal, pendidikan, hingga kesehatan. Dari hasil perhitungan, garis kemiskinan di Ambon berada di atas Rp700 ribu per kapita per bulan,” jelasnya














