“Penyiaran ajang tersebut perlu dipersiapkan secara matang tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari sisi pengelolaan dampak sosial dan ruang digital,” ungkapnya.
Warsito juga menekankan pentingnya perencanaan yang bersifat promotif dan preventif sebelum pelaksanaan. Upaya tersebut diperlukan untuk memaksimalkan manfaat positif seperti penguatan semangat persatuan dan peningkatan literasi olahraga, sekaligus memitigasi potensi risiko seperti penyebaran disinformasi, polarisasi di ruang digital, hingga gangguan ketertiban masyarakat.
Lebih lanjut, Warsito mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung penyiaran Piala Dunia 2026. Kolaborasi antara kementerian/lembaga, aparat keamanan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai krusial agar penyiaran tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan manusia dan penguatan ketahanan sosial nasional.
Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Agama, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga Sekretariat Dukungan Kabinet serta dihadiri Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora dan Direktur Utama TVRI dilansir dari kanal resmi Kemenko PMK.
Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, menyampaikan kesiapan dari sisi infrastruktur dan kolaborasi media untuk mendukung penyiaran Piala Dunia 2026.










