Cecep pun menyatakan, pada hari ini berdasarkan pemantauan tinggi hilal di wilayah NKRI antara: -2° 24′ 43″ (-2,41°) s.d. -0° 55′ 41″ (-0,93°) dan elongasi antara 0° 56′ 23″ (0,94°) s.d. 1° 53′ 36″ (1,89°).
Meski demikian, perlu dipastikan di seluruh wilayah NKRI bahwa tidak ada memenuhi kriteria Visibilitas Hilal atau Imkan Rukyat MABIMS (3-6,4) dalam menentukan awal Ramadhan.
“Hilal menjelang awal Ramadhan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya berada di bawah ufuk pada saat Matahari terbenam,” dia menandasi. **










