Sampath mengatakan bahwa ketika operasi penyelamatan berlangsung, pihaknya tidak lagi melihat kapal tersebut—yang tampak hanya serpihan minyak di permukaan air dan sekoci-sekoci penyelamat. “Kami hanya melihat beberapa sekoci. Tidak ada kapal Iran yang terlihat. Kapal itu sudah tenggelam,” kata Sampath kepada BBC Sinhala.
Ia juga menegaskan kepada BBC bahwa pihaknya menolak laporan yang menyebut kapal itu tenggelam akibat serangan kapal selam. Penyebab insiden masih belum diketahui.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Marsekal Muda Sampath Thuiyakontha, mengatakan kepada BBC Sinhala bahwa sekitar 140 orang diyakini masih hilang.
Iran ancam ‘bakar’ kapal-kapal di Selat Hormuz
Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa negara itu akan “membakar” kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz—jalur minyak dan gas yang sangat penting—seiring dengan berkecamuknya konflik di Timur Tengah. Peringatan tersebut disampaikan Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), melalui siaran televisi pemerintah.
Dia mengatakan selat tersebut dalam status tertutup dan memperingatkan bahwa kapal-kapal “tidak boleh datang ke wilayah ini, mereka pasti akan menghadapi respons serius dari kami.” Jabbari juga mengatakan bahwa AS “haus akan minyak di wilayah ini” dan bahwa Iran akan “menyerang jalur pipa mereka di wilayah tersebut dan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari daerah ini”.










