Jamal lalu mengatakan bahwa mereka adalah wartawan. “Kami kemudian berusaha menetralkan situasi, tapi ternyata saya malah kena beberapa kali pukulan,” kata Jamal.
Menurut Jamal, dirinya mendapatkan pukulan setidaknya tiga kali di area kepala. Saat penghantaman terjadi, kata dia, ada seorang petinggi Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang berada di sampingnya. “Sedang merangkul saya, tapi saya tetap dipukulin,” ucapnya. Jamal berujar sang petinggi polisi tidak berupaya melarang aksi kekerasan itu.
Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Semarang, M Safali, membenarkan adanya kejadian pemukulan terhadap jurnalis saat meliput Hari Buruh di Semarang. Selain kekerasan terhadap wartawan, Safali menyebut sejumlah demonstran juga masih ditahan hingga saat ini. “Total yang ditangkap hingga saat ini ada 24 orang, dari mahasiswa dan lembaga pers mahasiswa,” kata Safali melalui pesan singkat, Kamis malam.Sebelum pemukulan terhadap jurnalis Tempo, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Artanto menyebut polisi menangkap sejumlah demonstran Hari Buruh di Semarang lantaran massa melakukan provokasi. “Kami melakukan pengamanan atau penangkapan karena yang bersangkutan telah menjadi provokator,” ujar Artanto.










