Menurutnya, sidang jemaat merupakan komitmen kita, serta pertanggung jawab terhadap persoalan keumatan, dan kemasyarakatan. Sidang jemaat ini juga sebagai momentum guna penataan pelayanan kedepan.
“Rasa kehangatan dan kasih saying yang telah ditanamkan oleh gereja dan jemaat kepada masyarakat sekitar. Gereja bukan hanya merupakan tempat ibadah tetapi menjadi tempat yang dapat memberikan inspirasi, semangat dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kata Leasa, kehadiran gereja dan jemaat Tiakur sangat memberikan warna dalam pembentukan karakter masyarakat yang religius, bersatu dan sejahtera.
Dia mengingatkan, untuk terus menjalin persaudaraan, toleransi dan kerjasama yang erat dalam membangun masyarakat yang religius dan berkualitas. dan yang terakhir mari katong keku jang kuku, dalam semangat kerohanian untuk wujudkan hidup lebih baik. Kiranya sidang ke-24 Jemaat GPM Sinar sukses dan lancar, serta dapat mengasilkan keputusan yang baik dan bermartabat untuk pelayanan.
Sementara itu, Pendeta Yolanda de Bell – Leatemia yang memimpin ibadah Minggu mengawali seluruh proses Pembukaan Sidang Jemaat tersebut dalam refleksinya mengatakan bahwa persidangan ke 24 Jemaat GPM Sinar bukan soal persidangan sebab baginya ini merupakan refleksi perjalanan panjang 33 tahun sebagai pelayan from nothing to something hingga berakhir di jemaat ini.










