AMBON, arikamedia.id – Menjelang pemilihan umum november mendatang Badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) menyelenggarakan pengelolaan pelayanan data serta informasi publik berbasis pengunaan teknologi informasi bagi Bawaslu Kabupaten/Kota, di Hotel Elizabeth Kota Ambon, Rabu,(11/09/2024).
Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Subair membeberkan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi Bawaslu.
Diungkapkan, bahwa kebutuhan Bawaslu masih sangat banyak jika mengikuti pola yang ada, harusnya setiap Bawaslu Kabupaten/Kota didukung oleh setidaknya 10-11 staf teknis.
Menurutnya masalah terbesar Bawaslu adalah hasil evaluasi kemarin yang ternyata 11 Kabupaten/Kota bahkan Ambon statusnya masih menuju formatif .
Maka dari itu, kedepan Bawaslu harus banyak membenahi yang masih kurang baik secara internal maupun membangun kordinasi dengan pihak pihak terkait.
Sementara Astuty Usman Komisioner Bawaslu Provinsi Maluku menyampaikan, untuk menuju atau mendapatkan predikat informatif harus melalui proses yang dilakukan oleh pembantu RI yaitu melalui proses wawancara.
Ia menyoroti Bawaslu harus melakukan banyak evaluasi untuk bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap banyak kekurangan-kekurangan yang ada di Kabupaten/Kota.










