Arikamedia.id, AMBON – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHP) Kota Ambon Apries Gaspersz mengingatkan bahwa “trash boom” bukanlah solusi untuk menangani permasalahan sampah di sungai.
Ia mencontohkan hanya dalam tiga hari tanpa pengangkutan, sampah yang ada di Sungai Wai Ruhu menumpuk.
“Kita pasang jaring pengaman sampah di Sungai Wai Ruhu untuk menyelamatkan teluk kita, tapi ini bukan solusi, solusinya adalah kesadaran masyarakat harus berhenti membuang sampah ke sungai,” tegasnya di ruang kerjanya, Selasa, (06/01/26).
Menurut dia, jaring pengaman akan kehilangan fungsinya jika seluruh warga di sepanjang bantaran Sungai Wai Ruhu sudah memiliki kesadaran penuh.
“Sampah yang masuk sungai tidak hanya mencemari Teluk Ambon, tapi juga akan menyebar ke mana saja dan merusak keindahan kita. mari kita jaga agar Teluk Ambon tetap nyaman dan indah,” ajaknya.
Sementara terkait progres di tahun 2026 DLHP akan terus mengembangkan program prioritas yang telah berhasil dijalankan di tahun 2025 sesuai arahan Wali Kota.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan persampahan yang lebih baik, serta menerapkan sanksi tegas bagi mereka yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya.










