Selain itu, terdapat skeptisisme yang meluas dari warga Palestina mengenai seberapa besar otonomi yang akan dimiliki badan tersebut. Kekhawatiran tersebut diperparah oleh kehadiran pendukung setia Israel, dan kurangnya perwakilan Palestina di Dewan Perdamaian dan dewan eksekutif Gaza.
Beberapa warga Palestina juga khawatir bahwa pendekatan teknokratis NGAC dapat mengabaikan persoalan politik utama, seperti pembentukan negara Palestina di masa depan dan pengakhiran pendudukan Israel. Pengabaian tersebut menjadi kekhawatiran karena lembaga itu fokus pada pembangunan ekonomi dan peluang investasi dari luar negeri. (**)
SUMBER : IDN TIMES










