Arikamedia.id – Saat perang memasuki bulan kedua, Israel dilaporkan telah meningkatkan serangannya terhadap fasilitas industri strategis di Iran.
Peningkatan serangan Israel terhadap entitas industrial Iran ini berujung pada meningkatnya tekanan ekonomi pada warga sipil. Pada Kamis dan Jumat pekan ini, Israel menargetkan fasilitas produksi besi dan baja utama Iran serta lokasi industri lainnya.
“Penargetan lokasi ini ini menjadi sebuah tindakan yang dianggap Teheran sebagai eskalasi berbahaya yang akan membawa perang ke tahap baru,” tulis ulasan Khbrn, Minggu (29/3/2026).
Apa alasan di balik niat Israel menyerang fasilitas industri Iran ini?
Sebenarnya, menargetkan industri dwifungsi (militer dan sipil) adalah taktik perang lama, yang digunakan dalam Perang Dunia II dan konflik-konflik lainnya, dengan tujuan untuk melemahkan kapasitas produksi musuh.
“Namun hal itu memiliki dampak yang menghancurkan bagi penduduk sipil,” lanjut ulasan tersebut.
Dilansir dari Tribunnews.com, sebagai contoh, pada Agustus 1943, Amerika Serikat membom pabrik bola baja di kota Schweinfurt, Jerman, sebagai bagian dari rencana Sekutu untuk menghancurkan hambatan dalam industri militer Jerman.
Menurut laporan yang disusun oleh Mahmoud Al-Kan untuk Al Jazeera, bola besi digunakan di hampir semua industri: tank, penerbangan, mesin, dan industri sipil.














