Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi sorotan publik karena gaya kepemimpinannya yang kerap turun langsung menemui masyarakat.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Sherly mencapai Rp972.112.709.057 atau sekitar Rp972 miliar.
Selain menjabat sebagai gubernur, Sherly Tjoanda tercatat memiliki sejumlah bisnis di sektor pertambangan, perhotelan, pelayaran, hingga perikanan. Kekayaan tersebut membuatnya disebut sebagai salah satu gubernur terkaya di Indonesia, seperti diberitakan Suara.com.
Namun, nama Sherly Tjoanda juga ikut terseret dalam kasus dugaan suap yang melibatkan PT Wanatiara Persada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara.
Sherly disebut berpotensi diperiksa oleh KPK apabila ditemukan bukti keterkaitan dengan perizinan tambang, mengingat perusahaan tersebut beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Berikut ringkasan tujuh bisnis utama yang menjadi sumber penghasilan Sherly Tjoanda:
Pertama, PT Bela Group, perusahaan yang didirikan mendiang suaminya, Benny Laos. Sherly menjabat sebagai direktur dan memiliki 25,5 persen saham. Perusahaan ini membawahi berbagai lini usaha, termasuk Bela Hotel Ternate.










