
Ia menekankan pentingnya sinergi Gereja, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam membentuk anak-anak Ambon yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Kalau karakter dan iman dibangun sejak kecil, maka Ambon ke depan akan berdiri di atas fondasi persaudaraan yang kokoh,” ujarnya.
Disamping itu, Pastor Paroki Santo Jacobus Ahuru, RP. Carol Jamrevav MSC, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa anak-anak Sekami adalah bagian aktif dari Gereja semesta.
“Iman bukan pengalaman pribadi semata. Anak-anak bukan penonton dalam Gereja, tetapi bagian dari satu tubuh Kristus yang hidup dan diutus untuk bermisi,” katanya.
Ia menekankan bahwa misi tidak selalu diwujudkan lewat hal besar, tetapi melalui kesaksian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, berbagi, peduli, dan berani menunjukkan kasih.
Sementara itu, Kevikepan Kota Ambon RD. Amandus Oratmangun mengajak, anak-anak memahami makna lambang bintang sebagai simbol terang Kristus yang menuntun mereka, sebagaimana bintang menuntun para majus pada peristiwa penampakan Tuhan Yesus.
Pada kesempatan yang sama Direktur Diosesan KMKI Keuskupan Amboina, RD. A. Lopez Sirken, dalam sambutan selamat datang menyampaikan bahwa perayaan HUT Sekami ke-183 merupakan bagian dari agenda besar pembinaan anak dan remaja di Maluku dan Maluku Utara, termasuk kegiatan lintas agama dan persiapan Ambon sebagai tuan rumah agenda misi nasional ke depan.










