”Saya mau sampaikan kepada klasis GPM Kota Ambon, dan 21 jemaat yang ada di dalamnya untuk membantu pemerintah menyelenggarakan pembangunan manusia Maluku yang bertumpu pada kekuatan moral, spiritual, berintegritas berpendidikan serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Kedua, ditengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, gereja diharapkan dapat turut berperan dalam mendorong ekonomi umat melalui penguatan etos kerja, pengembangan kewirausahaan jemaat serta berbagai kegiatan sosial ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kata Lewerissa, setahunya GPM telah eksis dengan program, menanam laut dan memasarkan ada lagi beternak sebagai strategi pemeberdayaan ekonomi jemaat dan kemandirian gereja dengan memanfaatkan potensi alam lokal.
”Saya berharap program ini dapat diadopsi dan disesuaikan dengan konteks kekinian jemaat-jemaat di klasis kota,” ungkapnya.
Ketiga, generasi muda adalah masa depan Maluku. Gereja dimintakan memberikan perhatian yang serius terahadap pembinaan pemuda dan remaja gereja agar bertumbuh menjadi generasi yang beriman dan berkarakter pendidikan dan memiliki semangat pengabdian bagi masyarakat dan daerah. Tantangan di era digitalisasi dengan dampak positif negatifnya mari kita bina dan jaga generasi muda Maluku.










