Dia menyoroti jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar prestise, melainkan amanah besar untuk melayani masyarakat, sekligus berharap, agar mereka yang baru dilantik menjadi pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi menggerakkan. Tidak hanya menunggu laporan, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk mengeksekusi permasalahan.
”Kinerja para pejabat akan dievaluasi secara periodik dan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran serta penyalahgunaan kewenangan,” bebernya.
Gubernur memastikan bahwa seluruh pejabat yang dilantik akan dipantau secara ketat melalui evaluasi berkala. Ia menegaskan tidak akan ada toleransi bagi penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran integritas.
“Jabatan saudara-saudara bukan semata kebanggaan, tetapi ruang pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata. Karena itu harus dijawab dengan kerja keras, keikhlasan, dan integritas yang tidak diragukan,” ujar Lewerissa.
Gubernur juga memberi peringatan keras agar pejabat tidak bekerja secara formalitas, melainkan mampu bergerak cepat menghadapi tantangan pemerintahan modern.
“Pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang bukan hanya duduk di kursi jabatan, tetapi mampu bergerak cepat, membaca tantangan, dan menghadirkan solusi,” katanya.










