Selama pelaksanaan, peserta menerima materi yang mencakup dasar-dasar teknik bola basket, permainan berbasis kerja sama tim, serta aktivitas yang mengintegrasikan nilai-nilai sportivitas, komunikasi, dan inklusi.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pesan-pesan hidup sehat, kesejahteraan mental, dan pentingnya menciptakan lingkungan bermain yang aman dan saling menghargai.
“Para guru dan pendamping juga terlihat sangat mendukung, bahkan berinisiatif untuk mendiskusikan bagaimana kegiatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing,” tambah Wiena.
Kepedulian FIBA Indonesia dengan menggelar Basketball For Good di Ambon merupakan bukti kepedulian demi memajukan bola basket di Indonesia Timur.
Sementara itu, Ketua Umum DPD Perbasi Maluku, Jeremy Imanuel Santoso bersyukur dengan pelaksanaan BFG di Ambon.
“Pastinya saya sangat senang dan bangga, akhirnya FIBA melirik Maluku setelah beberapa kali membuat event serupa di Papua NTT dan NTB serta di beberapa provinsi lainnya,” ucap Jeremy.
Dikatakan, setelah program ini, Perbasi Maluku akan fokus ke persiapan Pra-PON dan kompetisi antar Pengkot dan Pengprov dari kelompok umur 14 sampai 18 tahun. Kami berharap Maluku bisa lolos ke PON 2028 mendatang.










