Keberadaan bibit siklon ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin serta memperkuat pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara, Jawa bagian timur, hingga perairan selatan Indonesia. Dampaknya, hujan lebat dapat terjadi bersamaan dengan peningkatan tinggi gelombang laut.
Di perairan selatan Jawa dan Nusa Tenggara, kondisi angin dan tekanan udara tersebut diperkirakan memicu gelombang tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1 hingga 5 meter. Gelombang tinggi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Pemantauan informasi cuaca terkini serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko, terutama di daerah rawan banjir, longsor, dan pesisir. (***)










