Kata Fenamlampir, tantangan yang dihadapi oleh cabang olahraga Taekwondo saat ini.
Di dalam program KONI Maluku, Taekwondo kini menempati peringkat kedua untuk pembinaan, berbeda dengan sebelumnya yang berada di urutan pertama bersama tujuh cabang olahraga lainnya.
Ini lanjutnya, merupakan tantangan bagi Pengurus Provinsi Taekwondo Maluku untuk menyusun strategi yang lebih baik ke depannya.
Lebih jauh Fenanlampir berharap bahwa upaya peningkatan pembinaan yang tepat bisa membawa hasil maksimal di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.
“Kami berharap agar kehadiran Taekwondo dalam event ini dapat menyemarakkan dan mensukseskan ajang olahraga terbesar di Maluku,” tambahnya.
Selain itu, KONI Maluku ingin memastikan bahwa Taekwondo memiliki posisi yang baik dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) kelima yang dijadwalkan pada bulan September 2026.
KONI Maluku sangat optimis bahwa Taekwondo bisa mewakili 11 kabupaten/kota secara menyeluruh dalam POPMAL 2026.
Guru Besar Unpatti ini, menandaskan, kejuaraan Taekwondo Liga Maluku Series 2 ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum penting dalam mengangkat kembali semangat dan prestasi olahraga di Maluku.










