Enam tentara Amerika tewas dalam serangan Iran terhadap fasilitas militer di Kuwait pada hari Minggu, demikian konfirmasi AS, dikutip dari BBC.
Komando Pusat AS awalnya mengatakan tiga tentara tewas dalam insiden tersebut, tetapi para pejabat mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa jumlah korban tewas telah berlipat ganda, setelah satu orang meninggal karena luka-lukanya dan dua jenazah lagi ditemukan di reruntuhan.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengkonfirmasi bahwa sebuah bunker AS di Kuwait terkena serangan setelah sebuah rudal yang diluncurkan selama serangan balasan awal Iran berhasil menghindari pertahanan udara.
Enam kematian tersebut adalah satu-satunya korban jiwa yang dikonfirmasi oleh militer AS sejak melancarkan perang baru melawan Iran bersama Israel.
Hegseth mengatakan bahwa “senjata ampuh” menghantam “pusat operasi taktis yang telah dibentengi”, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang lokasi situs tersebut.
Tiga pejabat militer AS yang memiliki pengetahuan langsung tentang serangan Iran mengatakan kepada mitra BBC di AS, CBS News, bahwa para anggota militer tersebut berada di ruang kantor darurat di Kuwait.
Mereka mempertanyakan apakah bangunan itu telah diperkuat secara memadai, dan mengatakan kepada CBS News bahwa sebuah trailer digunakan sebagai kantor, dengan penghalang beton bertulang baja setinggi 12 kaki (3,7 meter) untuk melindunginya.










