Menurutnya, masyarakat ingin mengetahui secara jelas kronologis permasalahan ini. DPRD berharap pihak bank bersikap terbuka.
“Di daerah pedesaan, sebagian besar transaksi masyarakat dilakukan melalui BRI. Karena itu kami meminta agar masalah ini tidak berlarut-larut. Pihak BRI menyampaikan target penyelesaian pada Februari atau Maret,” ujarnya. ***










