Arikamedia.id, AMBON – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum sejalan dengan kondisi akibat lemahnya realisasi di lapangan.
Potensi PAD di Maluku sejatinya cukup besar, namun belum tergarap optimal, terutama melalui peran cabang-cabang dinas milik pemerintah provinsi (Pemprov) di daerah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Mumin Refra mengatakan, kondisi riil di lapangan masih jauh dari harapan. Berbagai kendala yang dihadapi membuat upaya peningkatan PAD belum berjalan maksimal.
“Kami berharap cabang-cabang dinas benar-benar berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Jangan sampai target PAD hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi sulit diwujudkan di lapangan,” ujar Refra dalam rapat pembahasan LKPJ Gubernur Maluku Senin lalu.
Ditambahkan, pentingnya perhatian pemerintah terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada target pendapatan semata.
“Kami berharap pemerintah bersama pihak terkait serius menangani persoalan sosial yang ada, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat yang saat ini cukup memprihatinkan,” katanya.
Ingatnya, jika persoalan sosial tidak ditangani dengan baik, maka akan berdampak pada stabilitas dan kualitas hidup masyarakat ke depan.












