“Kami minta mereka melakukan perbaikan. Ini bukan untuk mempersulit, tapi demi keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.
Pengawasan MBG di Maluku, kata dia, dilakukan secara kolaboratif antara Dinas Kesehatan, Balai POM, dan Kementerian Kesehatan, sehingga proses sertifikasi dan pengawasan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis kesehatan yang berkontribusi langsung pada penurunan stunting, peningkatan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Karena itu, kualitas makanan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar.
Ia juga mengakui tantangan utama Maluku adalah kondisi geografis kepulauan, terutama dalam distribusi bahan pangan dan pengawasan layanan gizi. Namun, dengan koordinasi lintas sektor, tantangan tersebut dinilai masih dapat diatasi.
“Kami optimistis, dengan pengawasan ketat dan kerja sama semua pihak, MBG di Maluku bisa berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan,”paparnya. (AM-18)










