Hal tersebut dianggap menghambat aktivitas masyarakat yang membutuhkan BBM sejak pagi hari.
Laipeny menegaskan dirinya menunggu langkah tegas Pertamina dan pemerintah daerah.
Jika tidak ada tindakan, ia memastikan akan turun langsung melakukan klarifikasi di lapangan.
“Kalau tidak ada jawaban, saya yang turun langsung. Masyarakat sudah sangat dirugikan,” ujarnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Maluku II Pertamina, Yasudah, menyatakan pihaknya segera menelusuri kondisi di SPBU Tepa.
“Kami akan cek langsung di lapangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk alasan pembatasan pembelian BBM,” jelasnya. ***










